Tuesday, August 9, 2016

Dusun Larangan Tengah

Posted By: Vinfire - 9:37 AM

Share

& Comment

Dusun Larangan Tengah

Dusun Larangan Tengah adalah Dusun yang letaknya berada di tengah-tengah Desa panyaksagan. Dusun Larangan Tengah dihuni oleh penduduk yang berjumlah ± 618 jiwa, Dusun tersebut dipimpin oleh Kasun yang bernama Bapak Riman dan Nasuri. Pekerjaan sehari-hari dari Riman adalah menjadi seorang petani namun dulunya bapak riman pernah merantau ke Kalimantan dan beliau juga pernah mempunyai usaha sebagai penjual kayu namun mengalami kemacetan ditengah usahanya. Bagi bapak Riman jabatan Kasun hanyalah sebuah sebutan bagi panutan dusun saja, karena pekerjaan utama bapak Riman masih sebagai seorang petani, namun jabatan seorang ketua dusun ini hanya sebuah formalitas saja. Selanjutnya akan dijelaskan keadaan dari Dusun Larangan Tengah yang akan dengan penjabaran berikut ini:
A.    Sosial Budaya
Keadaan sosial dan budaya yang ada di Dusun Larangan Tengah terlihat hampir sama dengan dusun-dusun lainnya di Desa Panyaksagan dapat dilihat keadaan rumah-rumah warga, persawahan, dan sarana prasarana yanga ada didusun ini. Dusun Larangan Tengah merupakan dusun yang rata-rata petaninya lebih banyak menanam Padi. Didusun ini terdapat gerakan ibu-ibu yang aktif bersosialisasi salah satunya ada kumpulan ibu-ibu pengajia yang aktif melaksanakan kegiatan pengajian disetiap hari jumatnya dan terdapat pula ibu-ibu PKK yang aktif melakukan kegiatan seperti posyandu.
B.     Pendidikan
Dalam hal pendidikan merupakan di dusun ini memiliki beberapa instansi pendidikan seperti PAUD dan TK Bogenvil. Di Dusun Larangan Tengah mayoritas ibu-ibu nya telah memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan sehingga kumpulan ibu-ibu PKK serempak bersama-sama mengadakan kegiatan untuk mengisi waktu kosongnya seperti pengajian dan arisan.
C.    Ekonomi
1)      Mata Pencaharian
Mayoritas masyarakat Dusun Larangan Tengah bermata pencaharian sebagai seorang petani. Dan pertanian yang dominan di dusun ini adalah padi dan Jagung. Namun beberapa masyarakat ada yang mempunyai usaha membuka warung kelontong, lalu beberapa lainnya sudah ada yang berprofesi menjadi guru di Tk dan PAUD Bogenvil yang terletak didusun ini. Hal yang menjadi masalah di Dusun ini adalah hampir sama dengan dusun sebelumnya yaitu kurangnya air bersih dan kurangnya pemanfaatan SDA secara optimal. Terlihat dari hasil pertanian yang melimpah namun belum dikelola untuk dikembangkan agar menjadi sebuah produk yang memiliki nilai lebih dibandingkan dengan hanya dijual bahan mentahnya saja. Hal inilah yang menghambat pekerjaan para petani sehingga kebanyakan petani menganggur dimusim panasnya.
Gambar 1.15

Didusun ini padi dan jagung tidak dikelola kembali melainkan langsung dijual mentahnya bahkan ada yang disimpan untuk dimakan sendiri. Para petani tidak mau mengolah hasil pertaniannya sendiri untuk mendapatkan nilai ekonomi yang lebih, bila dijual langsung Padi dihargai Rp.4.000/Kg dan Jagung dihargai Rp.3.000/Kg. solusi yang kami tawarkan adalah mengajak ibu-ibu PKK yang merupakan penggagas pendidikan didusun ini untuk kami tawarkan pelatihan pengolahan produk seperti membuat Es krim Singkong, Nugget Tongkol Pisang dan Tortilla Chips yang bahan dasarnya jagung. Harapan kami adalah ibu-ibu PKK dapat meneruskan apa yang kami berikan untuk diteruskan kedalam sebuah usaha mikro kecil menengah atau yang biasa disebut UMKM. Tujuannya adalah mengisi kekosongan waktu dan menambah peghasilan ibu-ibu PKK serta menciptakan peluang usaha bagi para para petani dan warga sekitar.
1)      Potensi Yang Dimiliki
Dusun Larangan Tengah merupakan dusun yang penghasilan warga banyak memanen padi dan jagung.
Gambar 1.16

Masalah terkait pengembangan potensi Dusun Larangan Tengah adalah masalah kurangnya pengolahan hasil pertanian artinya masyarakat ketika memperoleh hasil panen akan langsung dijual ke pasar atau pengepul, mereka tidak mau mengolah hasilnya pertaniannya sendiri sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih, bila dijual langsung Padi dihargai Rp.4.000/Kg dan Jagung dihargai Rp.3.000/Kg. Secara umum masalah- masalah yang menghinggapi petani di Dusun ini ialah:
1.      Masih Banyak Petani Yang Kurang Bimbingan dan Pelatihan (unskilled)
2.      Pemikiran Beberapa Para Petani Yang Masih Tradisional (resisten terhadap teknologi)
3.      Kurangnya Air bersih pada setiap desa saat musim kemarau
Untuk solusi yang bisa dilakukan ketika mengidentifikasi masalah tersebut adalah:
1.      Mencari sumber air bersih dengan melakukan pengeboran sumur untuk mencari mata air atau dengan cara pengajuan proposal terhadap PDAM agar membuat aliran pipa air hingga ke pelosok desa.
2.      Melakukan pelatihan mengenai proses bertani yang lebih modern

A.    Infrastruktur

Untuk menunjang seluruh kegiatan masyarakat, khususnya ekonomi, sosial budaya diperlukan insfrastruktur yang memadai. Jika melihat keadaan Dusun Larangan Tengah dapat dilihat minimnya insfrastruktur yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang kehidupannya. Akses jalan didusun Larangan Tengah ini masih terdapat kerusakan yang cukup parah dibandingkan dengan dusun-dusun yang lainnya. Meskipun jalannya hanya bisa diakses oleh sepeda motor dan mobil namun satu arah akan tetapi dusun ini sepanjang jalannya masih belum teraspal. Mengenai infrastruktur yang lainnya didusun ini sudah terdapat Posyandu serta Bidan desa Panyaksagan terletak didusun ini.
Gambar 1.17

About Vinfire

Techism is an online Publication that complies Bizarre, Odd, Strange, Out of box facts about the stuff going around in the world which you may find hard to believe and understand. The Main Purpose of this site is to bring reality with a taste of entertainment

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2013 Panyaksagan™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Built with Blogger Templates.