Tuesday, August 9, 2016

Dusun Dukoh

Posted By: Vinfire - 8:56 AM

Share

& Comment

Dusun Dukoh

Dusun Dukoh adalah Dusun yang letaknya berada di wilayah paling timur Desa panyaksagan. Dusun Dukoh dihuni oleh penduduk yang berjumlah ± 665 jiwa, Dusun tersebut dipimpin oleh Kasun yang bernama Hj. Saiful dan Hj. Miftah. Pekerjaan sehari-hari dari Hj. Saiful adalah menjadi Pedagang Kain di Lamongan dan juga berprofesi sebagai petani di desa panyaksagan. Tanggung jawab yang begitu besar dirasakan oleh Hj. Saiful ketika menjadi apel atau kepala Dusun Dukoh, hal tersebut dapat dilihat dari keadaan di Dusun Dukoh yang akan dijelaskan dengan penjabaran berikut ini:
A.    Sosial Budaya

Keadaan sosial dan budaya yang ada di Dusun Dukoh terlihat ketika mulai menginjakkan kaki di wilayah Dusunnya, dapat dilihat hamparan sawah yang luas dan rumah-rumah warga yang saling berjauhan. Namun letak tak mengubah interaksi dan keterikatan social dalam masyarakatnya. Setiap warga didusun ini sangat kompak dan memiliki rasa solidaritas yang tinggi terhadap sesama. Terlihat jika ada kegiatan yang dilakukan oleh salah satu warga maka warga yang lainnya saling membantu.
Gambar 1.2

Secara lebih rinci dapat dijelaskan bahwa masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai seorang petani dan perantau membuat kesan kebersamaan dan berpotensi meningkatkannya rasa kekeluargaan antar warga. Di Dusun ini juga merupakan kediaman kepala desa panyaksagan saat ini.
A.    Pendidikan
Sektor ini menjadi sektor penting dalam perkembangan sebuah wilayah, dimanapun wilayah yang sedang mengalami perkembangan tetapi tidak diikuti dengan perkembangan pendidikan yang baik maka akan berdampak buruk dan menghambat proses pengembangan wilayah itu. Di Dusun Dukoh, mayoritas masyarakat yang bisa dibilang berekonomi menengah keatas karena kebanyakan warga didusun ini sudah banyak yang pergi merantau. Di Dusun Dukoh ini terdapat satu sekolah yaitu TK , masyarakat sudah menyadari akan pentingnya sebuah pendidikan.
B.     Ekonomi
Keadaan ekonomi masyarakat Dusun Dukoh dapat diketahui dengan melihat keadaan Dusun yang kebanyakan terdapat hamparan sawah yang luas serta peternakan disetiap rumah warga, secara teoritis penjelasan terkait dengan keadaan ekonomi tersebut dibagi menjadi 2, yaitu:
1)      Mata Pencaharian
Mayoritas masyarakat Dusun Dukoh bermata pencaharian sebagai seorang petani dan sebagian masyarakat bekerja sebagai TKI (perantau). Hal yang memang menjadi problem diDusun ini adalah kurangnya pemanfaatan SDA secara optimal. Disamping itu dengan melihat tekstur dan kontur untuk pertanian sudah mengalami peningkatan dilihat dengan adaya kelompok tani didusun ini yang selanjutnya menjadi pusat pertanian bagi desa panyaksagan secara umum yang diketuai oleh Bapak Muhyi yang merupakan Sekretaris Desa Panyaksagan. Dari adanya Kelompok Tani ini pertanian di Desa Panyaksagan sudah cukup mengalami peningkatan. Dari yang biasanya masyarakat hanya menanam Padi dan Singkong sekarang sudah merambah ke menanam Kacang Panjang, Kedelai, Sawi, Brokoli. Dan Panen pada tahun ini menjadi meningkat cukup besar dengan pengembangan tekhnologi dan pelatihan tentang tekhnik pertanian yang baik dan benar bahkan masyarakat desa Dukoh sudah mengetahui bangaimana cara membuat Kompos Buatan sendiri menurut penjelasan Bapak Muhyi. Namun hasil pertanian yang melimpah tersebut belum dikelola untuk dikembangkan serta diberikan inovasi agar menjadi sebuah produk yang memiliki nilai lebih dibandingkan dengan hanya dijual bahan mentahnya saja. Permasalahan selanjutnya adalah kurang air didesa ini sudah sangat umum dan sering terjadi disetiap tahunnya. Hal inilah yang menghambat pekerjaan para petani sehingga kebanyakan petani menganggur dimusim panasnya.
 Gambar 1.3
Asumsi penulis untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengkonsepkan sebuah cara untuk mengatasi permasalahan air bersih serta masalah pengangguran saat musim panas didusun tersebut dengan cara meningkatkan perekonomian masyarakat melalui UMKM ( Usaha Mikro, Kecil, Menengah) yang dapat menjadi kegiatan sampingan selaku tidak bisa bertani. Hal ini dikatakan baik karena selain menambah lapangan pekerjaan, menambah penghasilan, serta dapat menambah nilai sumberdaya alam yang ada didesa ini. Dimulai dengan pelatihan pembuatan produk dari SDA yang terdapat didesa. Hal tersebut diharapkan agar dampaknya masyarakat akan mampu mengembangkan daerahnya sendiri dan angka perantau akan menurun.
2)      Potensi Yang Dimiliki.
Hamparan sawah yang luas menjadi modal berharga bagi masyarakat untuk berupaya mengembangkan potensi yang dimiliki khususnya di sektor pertanian, potensi yang dapat teridentifikasi ada 2, yaitu pertanian jagung dan Padi.
Gambar 1.4
Masalah terkait pengembangan potensi Dusun sehingga memiliki pengaruh yang nyata untuk perekonomian masyarakat adalah masalah kurangnya air bersih pada desa Panyaksagan ini, lalu masalah pengolahan hasil pertanian yang minim (artinya masyarakat ketika memperoleh hasil panen akan langsung dijual ke pasar atau pengepul, mereka tidak mau mengolah hasilnya pertaniannya sendiri sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih), bila dijual langsung (Padi dihargai Rp.4.000/Kg dan Jagung kering dihargai Rp.3.000/Kg). Secara umum masalah- masalah yang menghinggapi petani di Dusun ini ialah:
1.      Masih Banyak Petani Yang Kurang Bimbingan dan Pelatihan (unskilled)
2.      Pemikiran Beberapa Para Petani Yang Masih Tradisional (resisten terhadap teknologi)
3.      Kurangnya Air bersih pada setiap desa saat musim kemarau
Untuk solusi yang bisa dilakukan ketika mengidentifikasi masalah tersebut adalah:
1.      Mencari sumber air bersih dengan melakukan pengeboran sumur untuk mencari mata air atau dengan cara pengajuan proposal terhadap PDAM agar membuat aliran pipa air hingga ke pelosok desa.
2.      Melakukan pelatihan mengenai proses bertani yang lebih modern
Potensi selanjutnya yang dimiliki dusun Dukoh ini adalah terdapat tempat bersejarah yang bernama Sumur Topa’ak yang memiliki nilai mistik meskipun belum terkenal kekalangan masyarakat diluar desa panyaksagan namun jika dikelola dan dikenalkan pada lingkungan diluar desa maka tempat bersejarah ini dapat dijadikan sumber potensi desa yang mungkin saja menambah pendapatan asli desa (PAD).
A.    Insfrastruktur
Untuk menunjang seluruh kegiatan masyarakat, khususnya ekonomi, sosial budaya diperlukan insfrastruktur yang memadai. Jika melihat keadaan Dusun Dukoh dapat dilihat minimnya insfrastruktur yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang kehidupannya. Akses jalan yang masih kurang memadai terlihat dari beberapa jalan yang masih belum teraspal serta jalan akses jalan yang hanya bisa dilewati sepeda motor atau mobil yang hanya searah dan kurang adanya fasilitas umum seperti MCK, balai dusun, pos ronda menjadi masalah pada sisi Insfrastruktur, jadi insfrastruktur yang ada di Dusun Dukoh dirasa minim.
Gambar 1.5
Namun di Dusun ini sudah terdapat Masjid besar yang mampu menampung warganya untuk solat berjamaah bersama. Meski sebenarnya setiap rumah warga memiliki mushola masing-masing karena warga panyaksagan masih sangat kental dengan islaminya. 
Gambar 1.6
Solusi kongkrit yang perlu dilakukan adalah pembangunan insfrastruktur jalan Dusun dan fasilitas umum lainnya sehingga hambatan dalam proses kegiatan ekonomi sosial masyarakat bisa berjalan dengan semestinya.





About Vinfire

Techism is an online Publication that complies Bizarre, Odd, Strange, Out of box facts about the stuff going around in the world which you may find hard to believe and understand. The Main Purpose of this site is to bring reality with a taste of entertainment

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2013 Panyaksagan™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Built with Blogger Templates.