Latest Updates

Tuesday, August 9, 2016

Dusun Larangan Tengah

Posted By: Vinfire - 9:37 AM
Dusun Larangan Tengah

Dusun Larangan Tengah adalah Dusun yang letaknya berada di tengah-tengah Desa panyaksagan. Dusun Larangan Tengah dihuni oleh penduduk yang berjumlah ± 618 jiwa, Dusun tersebut dipimpin oleh Kasun yang bernama Bapak Riman dan Nasuri. Pekerjaan sehari-hari dari Riman adalah menjadi seorang petani namun dulunya bapak riman pernah merantau ke Kalimantan dan beliau juga pernah mempunyai usaha sebagai penjual kayu namun mengalami kemacetan ditengah usahanya. Bagi bapak Riman jabatan Kasun hanyalah sebuah sebutan bagi panutan dusun saja, karena pekerjaan utama bapak Riman masih sebagai seorang petani, namun jabatan seorang ketua dusun ini hanya sebuah formalitas saja. Selanjutnya akan dijelaskan keadaan dari Dusun Larangan Tengah yang akan dengan penjabaran berikut ini:
A.    Sosial Budaya
Keadaan sosial dan budaya yang ada di Dusun Larangan Tengah terlihat hampir sama dengan dusun-dusun lainnya di Desa Panyaksagan dapat dilihat keadaan rumah-rumah warga, persawahan, dan sarana prasarana yanga ada didusun ini. Dusun Larangan Tengah merupakan dusun yang rata-rata petaninya lebih banyak menanam Padi. Didusun ini terdapat gerakan ibu-ibu yang aktif bersosialisasi salah satunya ada kumpulan ibu-ibu pengajia yang aktif melaksanakan kegiatan pengajian disetiap hari jumatnya dan terdapat pula ibu-ibu PKK yang aktif melakukan kegiatan seperti posyandu.
B.     Pendidikan
Dalam hal pendidikan merupakan di dusun ini memiliki beberapa instansi pendidikan seperti PAUD dan TK Bogenvil. Di Dusun Larangan Tengah mayoritas ibu-ibu nya telah memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan sehingga kumpulan ibu-ibu PKK serempak bersama-sama mengadakan kegiatan untuk mengisi waktu kosongnya seperti pengajian dan arisan.
C.    Ekonomi
1)      Mata Pencaharian
Mayoritas masyarakat Dusun Larangan Tengah bermata pencaharian sebagai seorang petani. Dan pertanian yang dominan di dusun ini adalah padi dan Jagung. Namun beberapa masyarakat ada yang mempunyai usaha membuka warung kelontong, lalu beberapa lainnya sudah ada yang berprofesi menjadi guru di Tk dan PAUD Bogenvil yang terletak didusun ini. Hal yang menjadi masalah di Dusun ini adalah hampir sama dengan dusun sebelumnya yaitu kurangnya air bersih dan kurangnya pemanfaatan SDA secara optimal. Terlihat dari hasil pertanian yang melimpah namun belum dikelola untuk dikembangkan agar menjadi sebuah produk yang memiliki nilai lebih dibandingkan dengan hanya dijual bahan mentahnya saja. Hal inilah yang menghambat pekerjaan para petani sehingga kebanyakan petani menganggur dimusim panasnya.
Gambar 1.15

Didusun ini padi dan jagung tidak dikelola kembali melainkan langsung dijual mentahnya bahkan ada yang disimpan untuk dimakan sendiri. Para petani tidak mau mengolah hasil pertaniannya sendiri untuk mendapatkan nilai ekonomi yang lebih, bila dijual langsung Padi dihargai Rp.4.000/Kg dan Jagung dihargai Rp.3.000/Kg. solusi yang kami tawarkan adalah mengajak ibu-ibu PKK yang merupakan penggagas pendidikan didusun ini untuk kami tawarkan pelatihan pengolahan produk seperti membuat Es krim Singkong, Nugget Tongkol Pisang dan Tortilla Chips yang bahan dasarnya jagung. Harapan kami adalah ibu-ibu PKK dapat meneruskan apa yang kami berikan untuk diteruskan kedalam sebuah usaha mikro kecil menengah atau yang biasa disebut UMKM. Tujuannya adalah mengisi kekosongan waktu dan menambah peghasilan ibu-ibu PKK serta menciptakan peluang usaha bagi para para petani dan warga sekitar.
1)      Potensi Yang Dimiliki
Dusun Larangan Tengah merupakan dusun yang penghasilan warga banyak memanen padi dan jagung.
Gambar 1.16

Masalah terkait pengembangan potensi Dusun Larangan Tengah adalah masalah kurangnya pengolahan hasil pertanian artinya masyarakat ketika memperoleh hasil panen akan langsung dijual ke pasar atau pengepul, mereka tidak mau mengolah hasilnya pertaniannya sendiri sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih, bila dijual langsung Padi dihargai Rp.4.000/Kg dan Jagung dihargai Rp.3.000/Kg. Secara umum masalah- masalah yang menghinggapi petani di Dusun ini ialah:
1.      Masih Banyak Petani Yang Kurang Bimbingan dan Pelatihan (unskilled)
2.      Pemikiran Beberapa Para Petani Yang Masih Tradisional (resisten terhadap teknologi)
3.      Kurangnya Air bersih pada setiap desa saat musim kemarau
Untuk solusi yang bisa dilakukan ketika mengidentifikasi masalah tersebut adalah:
1.      Mencari sumber air bersih dengan melakukan pengeboran sumur untuk mencari mata air atau dengan cara pengajuan proposal terhadap PDAM agar membuat aliran pipa air hingga ke pelosok desa.
2.      Melakukan pelatihan mengenai proses bertani yang lebih modern

A.    Infrastruktur

Untuk menunjang seluruh kegiatan masyarakat, khususnya ekonomi, sosial budaya diperlukan insfrastruktur yang memadai. Jika melihat keadaan Dusun Larangan Tengah dapat dilihat minimnya insfrastruktur yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang kehidupannya. Akses jalan didusun Larangan Tengah ini masih terdapat kerusakan yang cukup parah dibandingkan dengan dusun-dusun yang lainnya. Meskipun jalannya hanya bisa diakses oleh sepeda motor dan mobil namun satu arah akan tetapi dusun ini sepanjang jalannya masih belum teraspal. Mengenai infrastruktur yang lainnya didusun ini sudah terdapat Posyandu serta Bidan desa Panyaksagan terletak didusun ini.
Gambar 1.17

Dusun Larangan Timur

Posted By: Vinfire - 9:30 AM
Dusun Larangan Timur

Dusun Larangan Timur adalah Dusun yang letaknya berada di wilayah paling timur Desa panyaksagan. Dusun Larangan Timur dihuni oleh penduduk yang berjumlah ± 598 jiwa, Dusun tersebut dipimpin oleh Kasun yang bernama Bapak Marwi dan Samuri. Pekerjaan sehari-hari dari Marwi adalah menjadi seorang petani. Bapak Marwi saat ini berusia ± 57 Tahun, beliau merupakan lulusan SMA yang dipilih menjadi KASUN sejak tahun 2006. Bagi bapak Marwi jabatan Kasun hanyalah sebuah formalitas saja karena jabatan kepala Dusun Manakajeh hanya sebuah jabatan tanpa tugas yang formal, hal tersebut dapat dilihat dari keadaan di Dusun Larangan Timur yang akan dijelaskan dengan penjabaran berikut ini:
      A.    Sosial Budaya
Keadaan sosial dan budaya yang ada di Dusun Larangan Timur terlihat hampir sama dengan dusun-dusun lainnya di Desa Panyaksagan dapat dilihat keadaan rumah-rumah warga, persawahan, dan sarana prasarana yanga ada didusun ini. Dusun Larangan Timur merupakan dusun yang rata-rata petaninya lebih banyak menanam Padi dan Memelihara Sapi. Didusun ini solidaritas pemudanya cukup bagus, kesadaran para pemuda desa didusun ini sudah terlihat karena adanya sebuah komunitas didusun ini yang menjadi wadah akan kegiatan dan aspirasi masyarakat desa. Komunitas tersebut bernama Rampak Community. Dengan adanya komunitas tersebut dapat dikatakan bahwa budaya persaudaraan didusun ini sudah melekat dan cukup berkembang.
Gambar 1.11
      A.    Pendidikan
Dalam hal pendidikan merupakan dusun yang paling memiliki instansi pendidikan terbanyak namun berlandaskan pendidikan islami. Di Dusun Larangan Timur, mayoritas masyarakat yang bisa dibilang berekonomi menengah kebawah sudah menyadari akan pentingnya sebuah pendidikan. Namun tetap saja prioritas utamanya adalah pendidikan islami, Di Dusun Larangan Timur ini terdapat Yayasan SiRajul Huda yang mendirikan beberapa lembaga Formal dan Non Formal, dimana Lemabaga Formalnya terdiri dari : Raudatul Athfal (RA atau setara TK), Madrasah Ibtidaiyah(MI atau Setara SD), Madrasah Tsanawiyah (Setara SMP), dan Madrasah Aliyah (Setara SMA), sedangkan Lembaga Non Formal terdiri dari : Madin Takmiliyah (Awwaliyah) dan Madin Takmiliyah (Wustho). Banyaknya lembaga pendidikan didusun ini merupakan lambing akan kesadaran masyaarakat didusun ini tentang betapa pentingnya sebuah pendidikan. Yang nantinya akan membawa masyarakat dusun ini menjadi masyarakat yang lebih maju dan berkembang.
Gambar 1.12

      A.    Ekonomi
1)      Mata Pencaharian
Mayoritas masyarakat Dusun Larangan Timur bermata pencaharian sebagai seorang petani dan memelihara sapi serta sebagian masyarakat mempunyai usaha membuka warung kelontong, lalu beberapa lainnya sudah ada yang berprofesi menjadi guru di Yayasan Sirajul Huda yang terletak didusun ini. Hal yang menjadi masalah di Dusun ini adalah hampir sama dengan dusun sebelumnya yaitu kurangnya air bersih dan kurangnya pemanfaatan SDA secara optimal. Terlihat dari hasil pertanian yang melimpah namun belum dikelola untuk dikembangkan agar menjadi sebuah produk yang memiliki nilai lebih dibandingkan dengan hanya dijual bahan mentahnya saja. Hal inilah yang menghambat pekerjaan para petani sehingga kebanyakan petani menganggur dimusim panasnya.
2)      Potensi Yang Dimiliki
Dusun Larangan Timur merupakan satu-satunya dusun yang memiliki Waduk untuk solusi kurangnya air bersih di desa panyaksagan. Waduk panyaksagan yang bernama “Embung Kramat” sebenarnya merupakan suatu hal yang bisa dijadikan sebagai potensi desa. Waduk tersebut jika dirawat dan dipelihara dapat dijadikan sebuah potensi desa dan jika di explore kemasyarakat diluar desa untuk dijadikan tempat wisata mungkin saja dapat menambah PAD desa Panyaksagan.
Gambar 1.13

      A.    Infrastruktur
Untuk menunjang seluruh kegiatan masyarakat, khususnya ekonomi, sosial budaya diperlukan insfrastruktur yang memadai. Jika melihat keadaan Dusun Larangan Timur dapat dilihat minimnya insfrastruktur yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang kehidupannya. Akses jalan didusun Larangan Timur ini sudah cukup bagus dibandingkan dengan dusun-dusun yang lainnya. Meskipun jalannya hanya bisa diakses oleh sepeda motor dan mobil namun satu arah akan tetapi dusun ini sepanjang jalannya sudah teraspal. Mengenai infrastruktur yang lain didusun ini sudah terdapat masjid, MCK disetiap rumah sudah mulai disadari namun belum terdapat Pos Ronda dan Posyandu akan tetapi dusun ini berdekatan dengan dusun Larangan Timur yang merupakan letak Posyandu dan bidan Desa di Desa panyaksagan.
Gambar 1.14
Solusi kongkrit yang perlu dilakukan adalah pembangunan insfrastruktur jalan Dusun dan fasilitas  umum lainnya sehingga hambatan dalam proses kegiatan ekonomi sosial masyarakat bisa berjalan dengan semestinya.

Dusun Manakajeh

Posted By: Vinfire - 9:22 AM
Dusun Manakajeh

Dusun Manakajeh adalah Dusun yang letaknya berada di wilayah paling utara Desa panyaksagan. Dusun Manakajeh dihuni oleh penduduk yang berjumlah ± 635 jiwa, Dusun tersebut dipimpin oleh Kasun yang bernama Ach. Jaugirah dan Mayyah. Pekerjaan sehari-hari dari Ach. Jaugirah adalah menjadi seorang petani. Bapak Jaugirah saat ini berusia ± 80 Tahun, beliau merupakan lulusan SMA yang dipilih menjadi KASUN sejak tahun 2006. Bagi bapak Jaugirah jabatan Kasun hanyalah sebuah formalitas saja karena jabatan kepala Dusun Manakajeh hanya sebuah jabatan tanpa tugas yang formal, hal tersebut dapat dilihat dari keadaan di Dusun Manakajeh yang akan dijelaskan dengan penjabaran berikut ini:
A.    Sosial Budaya
Keadaan sosial dan budaya yang ada di Dusun Manakajeh terlihat hampir sama dengan dusun Dukoh dapat dilihat hamparan sawah yang luas dan rumah-rumah warga yang saling berjauhana. Dusun manakajeh merupakan dusun yang rata-rata petaninya lebih banyak menanam Padi dan singkong. Karena penghasilan terbesar Panen Padi berasal dari Dusun Manakajeh.
Gambar 1.7
Secara lebih rinci dapat dijelaskan bahwa masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai seorang petani berpotensi meningkatkan perekonomian desa panyaksagan ini.
A.    Pendidikan
Dalam hal pendidikan merupakan sector yang paling penting dalam perkembangan sebuah desa, dimanapun desa yang sedang mengalami perkembangan tetapi tidak diikuti dengan perkembangan pendidikan yang baik maka akan berdampak buruk dan menghambat proses pengembangan wilayah itu. Di Dusun manakajeh, mayoritas masyarakat yang bisa dibilang berekonomi menengah kebawah sudah menyadari akan pentingnya sebuah pendidikan. Namun tetap saja prioritas utamanya adalah pendidikan islami, Di Dusun manakajeh ini terdapat Sekolah Dasar (SD) yang merupakan satu-satunya SD Negeri di Desa Panyaksagan. 
Gambar 1.8
Disisi lain sewaktu melakukan survei ke Dusun Manakajeh diketahui bahwa potensi SDM yang direpresentasikan dengan keadaan anak-anak yang memiliki potensi cukup bagus, terlihat dari anak-anak yang bersekolah di SDN Panyaksagan ini sudah banyak yang memiliki kemampuan dan berhasil bersaing dalam memenangkan beberapa perlombaan ditingkat Kecamatan, serta antusias para siswa nya untuk melanjutkan sekolah hingga keperguruan tinggi. Disisi lain sewaktu melakukan survei ke Dusun Manakajeh diketahui bahwa potensi SDM yang direpresentasikan dengan keadaan anak-anak yang memiliki potensi cukup bagus, artinya kemampuan anak-anak di Dusun Dukoh rata-rata cukup membanggakan.
A.    Ekonomi
Keadaan ekonomi masyarakat Dusun Manakajeh dapat diketahui dengan melihat keadaan Dusun yang kebanyakan terdapat hamparan sawah yang luas dan secara teoritis penjelasan terkait dengan keadaan ekonomi tersebut dibagi menjadi 2, yaitu:
1)      Mata Pencaharian
Mayoritas masyarakat Dusun Manakajeh bermata pencaharian sebagai seorang petani dan sebagian masyarakat bekerja sebagai TKI (perantau), lalu beberapa lainnya sudah ada yang berprofesi menjadi guru di SDN Panyaksagan yang terletak didusun ini. Hal yang menjadi masalah di Dusun ini adalah hampir sama dengan dusun sebelumnya yaitu kurangnya pemanfaatan SDA secara optimal. Terlihat dari hasil pertanian yang melimpah namun belum dikelola untuk dikembangkan agar menjadi sebuah produk yang memiliki nilai lebih dibandingkan dengan hanya dijual bahan mentahnya saja. Hal inilah yang menghambat pekerjaan para petai sehingga kebanyakan petani menganggur dimusim panasnya.
2)      Potensi Yang Dimiliki.
Dusun manakajeh merupakan satu-satunya dusun yang menghasilkan lebih banyak jagung dan singkong karena dusun ini berada sedikit jauh dari aliran sungai didesa panyaksagan.
Gambar 1.9
Masalah terkait pengembangan potensi Dusun manakajeh adalah masalah kurangnya pengolahan hasil pertanian artinya masyarakat ketika memperoleh hasil panen akan langsung dijual ke pasar atau pengepul, mereka tidak mau mengolah hasilnya pertaniannya sendiri sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih, bila dijual langsung Padi dihargai Rp.4.000/Kg dan singkong dihargai Rp.3.000/Kg. Secara umum masalah- masalah yang menghinggapi petani di Dusun ini ialah:
1.      Masih Banyak Petani Yang Kurang Bimbingan dan Pelatihan (unskilled)
2.      Pemikiran Beberapa Para Petani Yang Masih Tradisional (resisten terhadap teknologi)
3.      Kurangnya Air bersih pada setiap desa saat musim kemarau
Untuk solusi yang bisa dilakukan ketika mengidentifikasi masalah tersebut adalah:
1.      Mencari sumber air bersih dengan melakukan pengeboran sumur untuk mencari mata air atau dengan cara pengajuan proposal terhadap PDAM agar membuat aliran pipa air hingga ke pelosok desa.
2.      Melakukan pelatihan mengenai proses bertani yang lebih modern

A.    Insfrastruktur

Untuk menunjang seluruh kegiatan masyarakat, khususnya ekonomi, sosial budaya diperlukan insfrastruktur yang memadai. Jika melihat keadaan Dusun Manakajeh dapat dilihat minimnya insfrastruktur yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang kehidupannya. Akses jalan yang minim dan kurang adanya fasilitas umum seperti MCK, posyandu, balai dusun, pos ronda menjadi masalah pada sisi Insfrastruktur, jadi insfrastruktur yang ada di Dusun Manakajeh dirasa minim. 
Gambar 1.10

Solusi kongkrit yang perlu dilakukan adalah pembangunan insfrastruktur jalan Dusun dan fasilitas  umum lainnya sehingga hambatan dalam proses kegiatan ekonomi sosial masyarakat bisa berjalan dengan semestinya.

Dusun Dukoh

Posted By: Vinfire - 8:56 AM
Dusun Dukoh

Dusun Dukoh adalah Dusun yang letaknya berada di wilayah paling timur Desa panyaksagan. Dusun Dukoh dihuni oleh penduduk yang berjumlah ± 665 jiwa, Dusun tersebut dipimpin oleh Kasun yang bernama Hj. Saiful dan Hj. Miftah. Pekerjaan sehari-hari dari Hj. Saiful adalah menjadi Pedagang Kain di Lamongan dan juga berprofesi sebagai petani di desa panyaksagan. Tanggung jawab yang begitu besar dirasakan oleh Hj. Saiful ketika menjadi apel atau kepala Dusun Dukoh, hal tersebut dapat dilihat dari keadaan di Dusun Dukoh yang akan dijelaskan dengan penjabaran berikut ini:
A.    Sosial Budaya

Keadaan sosial dan budaya yang ada di Dusun Dukoh terlihat ketika mulai menginjakkan kaki di wilayah Dusunnya, dapat dilihat hamparan sawah yang luas dan rumah-rumah warga yang saling berjauhan. Namun letak tak mengubah interaksi dan keterikatan social dalam masyarakatnya. Setiap warga didusun ini sangat kompak dan memiliki rasa solidaritas yang tinggi terhadap sesama. Terlihat jika ada kegiatan yang dilakukan oleh salah satu warga maka warga yang lainnya saling membantu.
Gambar 1.2

Secara lebih rinci dapat dijelaskan bahwa masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai seorang petani dan perantau membuat kesan kebersamaan dan berpotensi meningkatkannya rasa kekeluargaan antar warga. Di Dusun ini juga merupakan kediaman kepala desa panyaksagan saat ini.
A.    Pendidikan
Sektor ini menjadi sektor penting dalam perkembangan sebuah wilayah, dimanapun wilayah yang sedang mengalami perkembangan tetapi tidak diikuti dengan perkembangan pendidikan yang baik maka akan berdampak buruk dan menghambat proses pengembangan wilayah itu. Di Dusun Dukoh, mayoritas masyarakat yang bisa dibilang berekonomi menengah keatas karena kebanyakan warga didusun ini sudah banyak yang pergi merantau. Di Dusun Dukoh ini terdapat satu sekolah yaitu TK , masyarakat sudah menyadari akan pentingnya sebuah pendidikan.
B.     Ekonomi
Keadaan ekonomi masyarakat Dusun Dukoh dapat diketahui dengan melihat keadaan Dusun yang kebanyakan terdapat hamparan sawah yang luas serta peternakan disetiap rumah warga, secara teoritis penjelasan terkait dengan keadaan ekonomi tersebut dibagi menjadi 2, yaitu:
1)      Mata Pencaharian
Mayoritas masyarakat Dusun Dukoh bermata pencaharian sebagai seorang petani dan sebagian masyarakat bekerja sebagai TKI (perantau). Hal yang memang menjadi problem diDusun ini adalah kurangnya pemanfaatan SDA secara optimal. Disamping itu dengan melihat tekstur dan kontur untuk pertanian sudah mengalami peningkatan dilihat dengan adaya kelompok tani didusun ini yang selanjutnya menjadi pusat pertanian bagi desa panyaksagan secara umum yang diketuai oleh Bapak Muhyi yang merupakan Sekretaris Desa Panyaksagan. Dari adanya Kelompok Tani ini pertanian di Desa Panyaksagan sudah cukup mengalami peningkatan. Dari yang biasanya masyarakat hanya menanam Padi dan Singkong sekarang sudah merambah ke menanam Kacang Panjang, Kedelai, Sawi, Brokoli. Dan Panen pada tahun ini menjadi meningkat cukup besar dengan pengembangan tekhnologi dan pelatihan tentang tekhnik pertanian yang baik dan benar bahkan masyarakat desa Dukoh sudah mengetahui bangaimana cara membuat Kompos Buatan sendiri menurut penjelasan Bapak Muhyi. Namun hasil pertanian yang melimpah tersebut belum dikelola untuk dikembangkan serta diberikan inovasi agar menjadi sebuah produk yang memiliki nilai lebih dibandingkan dengan hanya dijual bahan mentahnya saja. Permasalahan selanjutnya adalah kurang air didesa ini sudah sangat umum dan sering terjadi disetiap tahunnya. Hal inilah yang menghambat pekerjaan para petani sehingga kebanyakan petani menganggur dimusim panasnya.
 Gambar 1.3
Asumsi penulis untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengkonsepkan sebuah cara untuk mengatasi permasalahan air bersih serta masalah pengangguran saat musim panas didusun tersebut dengan cara meningkatkan perekonomian masyarakat melalui UMKM ( Usaha Mikro, Kecil, Menengah) yang dapat menjadi kegiatan sampingan selaku tidak bisa bertani. Hal ini dikatakan baik karena selain menambah lapangan pekerjaan, menambah penghasilan, serta dapat menambah nilai sumberdaya alam yang ada didesa ini. Dimulai dengan pelatihan pembuatan produk dari SDA yang terdapat didesa. Hal tersebut diharapkan agar dampaknya masyarakat akan mampu mengembangkan daerahnya sendiri dan angka perantau akan menurun.
2)      Potensi Yang Dimiliki.
Hamparan sawah yang luas menjadi modal berharga bagi masyarakat untuk berupaya mengembangkan potensi yang dimiliki khususnya di sektor pertanian, potensi yang dapat teridentifikasi ada 2, yaitu pertanian jagung dan Padi.
Gambar 1.4
Masalah terkait pengembangan potensi Dusun sehingga memiliki pengaruh yang nyata untuk perekonomian masyarakat adalah masalah kurangnya air bersih pada desa Panyaksagan ini, lalu masalah pengolahan hasil pertanian yang minim (artinya masyarakat ketika memperoleh hasil panen akan langsung dijual ke pasar atau pengepul, mereka tidak mau mengolah hasilnya pertaniannya sendiri sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih), bila dijual langsung (Padi dihargai Rp.4.000/Kg dan Jagung kering dihargai Rp.3.000/Kg). Secara umum masalah- masalah yang menghinggapi petani di Dusun ini ialah:
1.      Masih Banyak Petani Yang Kurang Bimbingan dan Pelatihan (unskilled)
2.      Pemikiran Beberapa Para Petani Yang Masih Tradisional (resisten terhadap teknologi)
3.      Kurangnya Air bersih pada setiap desa saat musim kemarau
Untuk solusi yang bisa dilakukan ketika mengidentifikasi masalah tersebut adalah:
1.      Mencari sumber air bersih dengan melakukan pengeboran sumur untuk mencari mata air atau dengan cara pengajuan proposal terhadap PDAM agar membuat aliran pipa air hingga ke pelosok desa.
2.      Melakukan pelatihan mengenai proses bertani yang lebih modern
Potensi selanjutnya yang dimiliki dusun Dukoh ini adalah terdapat tempat bersejarah yang bernama Sumur Topa’ak yang memiliki nilai mistik meskipun belum terkenal kekalangan masyarakat diluar desa panyaksagan namun jika dikelola dan dikenalkan pada lingkungan diluar desa maka tempat bersejarah ini dapat dijadikan sumber potensi desa yang mungkin saja menambah pendapatan asli desa (PAD).
A.    Insfrastruktur
Untuk menunjang seluruh kegiatan masyarakat, khususnya ekonomi, sosial budaya diperlukan insfrastruktur yang memadai. Jika melihat keadaan Dusun Dukoh dapat dilihat minimnya insfrastruktur yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang kehidupannya. Akses jalan yang masih kurang memadai terlihat dari beberapa jalan yang masih belum teraspal serta jalan akses jalan yang hanya bisa dilewati sepeda motor atau mobil yang hanya searah dan kurang adanya fasilitas umum seperti MCK, balai dusun, pos ronda menjadi masalah pada sisi Insfrastruktur, jadi insfrastruktur yang ada di Dusun Dukoh dirasa minim.
Gambar 1.5
Namun di Dusun ini sudah terdapat Masjid besar yang mampu menampung warganya untuk solat berjamaah bersama. Meski sebenarnya setiap rumah warga memiliki mushola masing-masing karena warga panyaksagan masih sangat kental dengan islaminya. 
Gambar 1.6
Solusi kongkrit yang perlu dilakukan adalah pembangunan insfrastruktur jalan Dusun dan fasilitas umum lainnya sehingga hambatan dalam proses kegiatan ekonomi sosial masyarakat bisa berjalan dengan semestinya.





Sosial Ekonomi

Posted By: Vinfire - 8:19 AM
Sosial Ekonomi

Penduduk Desa Panyaksagan memiliki kehidupan sosial dan ekonomi yang sangat bergantung pada hasil pertanian dan perantauan. Semua daerah mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai seornag petani, mereka memiliki penghasilan dari kegiatan bertani tersebut. Setiap harinya mereka bercocok tanam disawah dengan meraup penghasilan dari satu hectar sawah bisa mencapai Rp. 18.400.000 s/d Rp. 34.400.000. Adapun hasil panen yang didapat tidak dikelola, melainkan langsung dijual kepasar. Selain bertani, masyarakat Panyaksagan juga memiliki penghasilan ekonomi dari perantauan. Hampir setiap kepala keluarga memiliki anggota keluarga yang sedang merantau. Meski sebenarnya merantau itu tidaklah mudah, namun keinginan untuk memiliki tambahan penghasilan dan meningkatkan taraf hidup menjadi motivasi besar kebanyakan masyarakat untuk merantau. Jadi, tidak heran ketika survei daerah yang satu ini kita menemukan banyak logat Malaysia yang melekat pada cara interaksi warga.

Adapun jenis tanaman yang biasanya ditanam didesa panyaksagan ini bervariasi seperti padi, jagung, singkong, kedelai dan kacang hijau. Hanya saja, tanaman unggulan untuk daerah ini adalah jagung dan padi. Jagung dan padi asal daerah ini belum diolah sama sekali, hanya dijual mentah atau kering. Harga jagung yang mentah ( Baru dipetik ) berkisar Rp. 3.000 / Kg. Begitu pula harga padi yang mentah ( Baru dipetik ) berkisar Rp. 4.000 / Kg. Sedangkan harga kedelai berkisar Rp. 7.000/Kg dan Kacang Hijau berkisar Rp. 10.000 s/d Rp. 15.000 per Kg. Selain berpenghasilan dari profesi petani dan perantauan, ada juga beberapa masyarakat yang memilih untuk mencoba beternak. Kebanyakan setiap warga didesa panyaksagan ini memiliki peternakan seperti sapi, kambing, dan ayam dengan skala yang tidak terlalu besar.

Sistem Administrasi

Posted By: Vinfire - 8:18 AM
Sistem Administrasi

Mengenai sistem administrasi di Desa Panyaksagan, berdasarkan informasi yang didapat melalui wawancara dan survei ke beberapa aparatur desa, sistem administrasi untuk masyarakat Panyaksagan dikatakan sudah cukup terorganisir dengan baik. Hal tersebut dilihat melalui prosedur pengurusan surat-surat dan kartu-kartu kependudukan. Setiap warga yang menginginkan untuk mengurus kartu keluarga misalnya, mereka tinggal mengurus langsung kekepala desa Panyaksagan dan langsung diproses dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Mengenai pendataan terhadap masyarakat, biasanya didata oleh masing-masing KASUN dan setiap mendata langsung kemudian diserahkan ke kepala Desa. 

SCIENCE & TECHNOLOGY

Games & Multimedia

Copyright © 2013 Panyaksagan™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Built with Blogger Templates.